Blog Details

Mengenal TKDN dari Manfaat, Sertifikasi, dan Cara Mendapatkannya

Berapa Batasan Nilai dan Kompleksitas Proyek Minikompetisi Konstruksi E-Katalog?

Batasan Nilai dan Kompleksitas Proyek Minikompetisi Konstruksi E-Katalog

TL;DR

“Pengadaan pekerjaan konstruksi lewat e-purchasing dapat diaplikasikan mulai dari nominal Rp1 juta hingga di atas Rp100 miliar”

Pemahaman mengenai koridor hukum dalam belanja modal infrastruktur menjadi hal krusial bagi kelancaran tugas harian Anda.

Berdasarkan data saat ini, banyak pejabat pembuat komitmen yang masih ragu dalam menentukan metode pengadaan proyek fisik berskala besar.

Kebijakan mengenai digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah ternyata memberikan fleksibilitas yang sangat luas bagi instansi publik.

Fleksibilitas Nilai Anggaran dalam E-Purchasing

Banyak pihak berasumsi bahwa metode pembelian elektronik melalui katalog hanya terbatas pada paket pekerjaan dengan nilai minor.

Kenyataan regulasi menunjukkan hal yang berbeda.

Aturan pengadaan tidak menetapkan adanya kriteria pembatasan nilai untuk paket pekerjaan konstruksi yang menggunakan e-purchasing.

Aplikasi Proyek Kecil Hingga Skala Ratusan Miliar

Mekanisme belanja ini dapat diterapkan pada proyek dengan estimasi biaya sangat rendah mulai dari Rp1 juta saja.

Fleksibilitas sistem ini juga menjangkau proyek strategis berskala besar dengan anggaran bernilai di atas Rp100 miIiar.

Semua rentang nilai tersebut dimungkinkan secara hukum untuk dilaksanakan dengan menggunakan metode komparasi harga katalog.

Menjangkau Segala Tingkat Kompleksitas Bangunan

Sisi fleksibilitas lain dari metode minikompetisi konstruksi ini juga terlihat jelas dari aspek ragam jenis bangunan fisik.

Sistem e-katalog dapat mengakomodasi pekerjaan sederhana seperti pembangunan fasilitas pos jaga di lingkungan kantor.

Metode yang sama juga valid digunakan untuk mendirikan infrastruktur publik yang rumit layaknya jembatan penghubung.

Pertimbangan Penting bagi Pejabat Pembuat Komitmen

Walaupun regulasi memberikan kebebasan penuh dari segi nilai dan kompleksitas, kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama.

Seorang PPK harus memiliki dasar pertimbangan yang kuat saat memilih atau tidak memilih metode e-purchasing ini.

Ada banyak faktor teknis serta administrasi yang wajib dikaji agar proses belanja modal ini akuntabel.

Solusi Pendampingan Pengadaan Sektor Publik

Alatan Asasta Indonesia hadir sebagai ahlinya bisnis pemerintah dan Konsultan TKDN & E-Katalog Terpercaya Indonesia.

Kami merupakan perusahaan terpercaya yang membantu mencapai tujuan Anda dengan layanan Konsultasi, Pelatihan, dan Riset yang berfokus pada Kebijakan pemerintah.

Layanan kami berkomitmen tinggi untuk mendukung penguatan Sektor Publik serta pengembangan daya saing usaha secara berkelanjutan.

Belajar dari Tenaga Ahli Kebijakan Publik

Program peningkatan kompetensi ini dimentori langsung oleh Harmada Sibuea, MSc., MH., selaku Chief Executive Officer Alatan Indonesia.

Beliau merupakan seorang tenaga ahli di bidang kebijakan publik, perencanaan, pengadaan barang/jasa pemerintah dan POLRI.

Pengalaman hampir 20 tahun sebagai konsultan menjadikannya sukses melatih lebih dari 2000 PPK dan Pokja di Indonesia.

Tingkatkan Kompetensi Pengadaan Instansi Anda

Pemahaman mendalam mengenai cakupan minikompetisi konstruksi akan membantu Anda mengambil keputusan pengadaan secara tepat dan aman.

Kami mengundang para ASN di bagian perencanaan untuk bergabung dalam program pelatihan khusus e-katalog konstruksi.

Hubungi layanan pelanggan Alatan Indonesia hari ini untuk pendaftaran serta konsultasi mengenai jadwal diklat terbaru.

0 Comments

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *