Blog Details

Mengenal TKDN dari Manfaat, Sertifikasi, dan Cara Mendapatkannya

3 Perbedaan Komponen Hitungan TKDN Antara Barang, Jasa, Dan Industri Kecil

Permenperin No.35 tahun 2025 hingga saat ini menjadi acuan baru bagi para pelaku usaha untuk mengukur Tingkat Komponen Dalam Negeri. Penghitungan tersebut memuat untuk masing-masing tiga jenis bisnis yang berbeda yaitu barang, jasa, dan industri kecil. Perubahan ini terjadi dikarenakan mengacu pada penyesuaian jenis bisnis yang ada dan masing-masing mampu diukur secara ideal.


Dengan begitu, para pelaku usaha baik barang, jasa, atau IK mampu untuk berkompetisi sesuai karakteristiknya. Selain itu, perusahaan UMKM yang baru merintis juga mendapatkan kesempatan lebih baik agar nantinya mampu mengakses E-katalog untuk memaksimalkan PBJ perusahaan. Berikut adalah 3 perbedaan komponen di dalamnya

3 Perbedaan Komponen Hitungan Barang, Jasa, dan IK

Perbedaan komponen dibawah ini wajib diikuti baik dari LVI (Lembaga Verifikasi Independen) dan juga pihak vendor agar TKDN mampu dihitung dengan sesuai. Hal ini membantu agar penghitungan di E-katalog V6 dapat berjalan dengan optimal. Berikut adalah komponen yang dihitung serta bobot hitungan yang diterapkan.

Komposisi Penghitungan Barang

Untuk kategori Barang, penghitungan TKDN dibagi menjadi tiga komponen utama. Ketiga komponen ini memiliki bobot berbeda sesuai aturan terbaru. Bobot tersebut menentukan besar kecilnya nilai akhir TKDN barang. Berikut rincian bobot masing-masing komponen yang perlu diperhatikan. Semakin besar penggunaan komponen lokal, semakin tinggi nilai TKDN dihasilkan. Pelaku usaha wajib mencatat setiap komponen ini secara rinci.


  • Bahan atau material langsung, dengan bobot 75%.

  • Tenaga kerja langsung, dengan bobot 10 %.

  • Biaya tidak langsung pabrik atau factory overhead, dengan bobot 15 %.

Komposisi Penghitungan Jasa

Kategori Jasa Industri berbeda total dari perhitungan Barang. Tidak ada bahan baku dihitung karena tidak ada produksi fisik. Komponen yang dihitung justru berkaitan dengan penyediaan layanan itu sendiri. Berikut tiga komponen yang menjadi dasar penghitungannya. Ketiganya mencerminkan biaya operasional penyedia jasa secara menyeluruh. Pahami komponen ini agar tidak salah menghitung nilai TKDN jasa.


  • Tenaga kerja yang terlibat dalam penyediaan layanan.

  • Alat atau fasilitas kerja yang digunakan selama proses jasa berlangsung.

  • Jasa umum sebagai komponen pendukung penyelenggaraan layanan.

Industri Kecil

Struktur komponen Industri Kecil sebenarnya mengikuti pola yang sama dengan Barang. Bedanya bukan pada komponennya, melainkan pada cara pengajuannya. Industri Kecil memiliki jalur khusus yang lebih sederhana dan cepat. Berikut tiga hal yang membedakan proses pengajuannya. Perbedaan ini memberi kemudahan besar bagi pelaku usaha kecil. Kemudahan ini sekaligus membuka akses lebih luas ke E-Katalog.


  • Khusus bagi pelaku usaha kategori industri kecil (skala modal dan omzet kecil).

  • Nilai maksimal pencapaian TKDN IK melalui jalur mandiri adalah 40%.

  • Jika membutuhkan nilai di atas 40%, proses penghitungan wajib melalui verifikasi surveyor independen.

  • Pengajuan TKDN IK dilakukan secara online lewat akun SIINAS (Sistem Informasi Industri Nasional).

Kesimpulan

Berikut adalah komponen yang menjadi hitungan untuk TKDN pelaku usaha menurut regulasi terbaru sekarang. Menghitung beberapa komponen tersebut cukup krusial untuk agar nantinya mampu menembus E-katalog V6 saat ingin melakukan tender bersama dengan pemerintah. Alatan Asasta Indonesia siap untuk memberikan konsultasi terbaik usaha atau organisasi Anda mampu menembus PBJ yang optimal. Dapatkan kelas online, webinar, hingga ke In-house training untuk perusahaan Anda melalui para mentor Alatan yang berpengalaman di bidang PBJ melalui website dan Instagram resmi Alatan Asasta Indonesia.